Blogvertise

Support

Klik Disini

Tampilkan postingan dengan label Cerita anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2009

Legenda asal usul 12 shio

2 komentar
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang dewa. Pada tanggal 31 Desember pagi sebelum tahun baru, Sang Dewa menulis surat kepada binatang2 diseluruh negeri. Angin lalu menyebarkan surat-surat itu ke seluruh negeri.

Dalam sekejap, para binatang menerima surat2 itu, yang isinya seperti ini: "Besok pagi di Tahun Baru, aku akan memilih binatang yang paling dahulu datang kesini, dari nomor satu sampai dengan nomor duabelas. Lalu, setiap tahun aku akan mengangkat satu-persatu dari mereka sebagai Jenderal berdasarkan urutan". Tertanda, Dewa.

Para bintang sangat bersemangat dan tertarik dengan hal itu. Mereka sangat ingin menjadi Jenderal. Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat semacam ini, yaitu Kucing yang suka bersantai dan tidur. Ia hanya mendengar berita ini dari Tikus. Tikus yang licik menipunya dan memberitahu bahwa mereka harus berkumpul di tempat Dewa lusa tanggal 2 Januari, padahal seharusnya mereka berkumpul besok pagi tanggal 1 Januari.

Semua binatang bersemangat dan memikirkan tentang kemenangan, dan mereka semua tidur cepat. Hanya Sapi yang langsung berangkat malam itu juga, karena ia sadar bahwa ia hanya dapat berjalan lambat. Tikus yang licik melihatnya lalu meloncat dan menumpang di punggung Sapi, tapi Sapi tidak menyadari hal itu.

Pagi harinya, saat hari masih gelap, Anjing, Monyet, Babi Hutan, Harimau, Naga, Ular, Kelinci, Ayam, Domba dan Kuda semuanya berangkat berlari menuju ketempat Sang Dewa.

Saat matahari mulai terbit, yang pertama kali sampai di tampat tinggal Dewa adalah...Sapi. Tapi kemudian Tikus melompat kedepan dan mendarat tepat dihadapan Dewa. Maka Tikus pun menjadi yang pertama.

Selamat Tahun Baru Dewa...kata Tikus kepada Dewa.

Sapi pun menangis karena kecewa menjadi urutan ke dua.

Di belakang mereka, tibalah Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan datang berurutan. Dengan demikian mereka ditetapkan sebagai pemenang satu sampai dengan duabelas sesuai dengan urutan kedatangannya. Duabelas ekor binatang ini kemudian disebut dengan 12 Shio Bintang.

Para binatang itu merayakan kemenangan dan berpesta pora sambil mengelilingi Sang Dewa. Lalu, kucing datang dengan wajah yang sangat marah. Ia mencari Tikus yang telah menipunya sehingga ia datang terlambat. Kucing pun berlari mengejar Tikus kesana kemari.

Sejak itu mulailah era Duabelas Shio Binatang, dimulai dari yang pertama tahun Tikus, lalu Sapi, kemudian Harimau, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi Hutan.

Kucing yang tidak berhasil masuk kedalam Dua belas Shio Binatang sampai sekarang masih mengejar Tikus kesana kemari karena telah ditipu.






Baca Selengkapnya - Legenda asal usul 12 shio....
Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Minggu, 26 April 2009

Asal mula permusuhan ayam dan elang

5 komentar
Pada zaman dahulu ada dua sahabat yang sangat akrab, yaitu seekor burung elang dan seekor ayam jantan keduanya berkawan baik, hidup rukun, tolong menolong. Setiap harinya keduanya mencari makanan bersama ? sama.

Karena terbiasa mencari makan bersama, suatu ketika pergilah kedua sahabat baik tersebut kesebuah hutan yang cukup lebat dan jauh dari tempat tinggal mereka.
Saking asiknya menyantap biji-bijian, tanpa di mereka sadari sudah dari tadi kedua sahabat baik tersebut di intai oleh seekor srigara yang memang sudah sangat kelaparan.

Setelah dirasa cukup aman, maka melompatlah srigara yang lapar tadi ke arah ayam jantan. Karena tidak sigap, maka srigara yabg lapar itu berhasil melukai si ayam jantan dengan cakarnya yang tajam.

Menyadari nyawanya dalam bahaya, maka si ayam jantan pun segera lari dan berteriak minta tolong.
Tentu saja teriakan si ayam jantan mengagetkan sahabat baiknya si elang yang sedari tadi ke asikan menyantap biji-bijian jagung.

Seketika itu juga burung elang membantu sahabatnya. Dengan kekuatan tenaganya ia menerkam dan melukai badan serigala. Ayam jantan dapat melepaskan diri dan bersembunyi di celah ? celah batu. Serigala meraung kesakitan, berhenti mengejar ayam jantan, kemudian terus terbalik melarikan diri.

Elang : ?Keluarlah sahabatku, Srigara yang jahat sudah pergi.?
Ayam jantan : ?Terima kasih elang, engkau telah menyelamatkanku .?
Elang : ?Kenapa sahabatku, tampaknya engkau sedih sekali, engkau sakit ??
Ayam jantan : ?Tidak, aku tidak sehat. Aku mau bertanya padamu sahabatku.?
Elang : ?Apa kawan, tanyalah.?
Ayam jantan : ?Kenapa engkau dapat terbang tinggi, aku melompat pun tidak bisa. Bukankah kita sama ? sama burung ??
Elang : ?Dulu aku juga tidak dapat terbang. Setelah aku menjahit kedua sayapku dengan jarum emas ini, sayapku menjadi rapat dan sayapun bisa terbang.?
Ayam jantan : ?Kalau begitu bolehkah aku meminjam jarum emas itu ??
Elang : ?Boleh, kau harus ingat yang kau jahit kedua sayapmu supaya rapat sehingga engkau bisa terbang. Kau harus berjanji tidak akan meminjamkan jarum itu kepada siapapun, dan jangan sampai hilang.?
Ayam jantan : ?Sahabatku, engkau tak usah bimbang. Aku akan berhati ? hati dan akan segera mangembalikannya kepadamu.?

Burung elangpun menyerahkan jarum emas itu kepada ayam jantan. Ayam jantan menerimanya dengan gembira. Ayam jantanpun menjahit keduanya sayapnya. Tetapi ia tidak sabar, belum selesai menjahit, ayam itu terus mengepakkan sayapnya dan melompat ke atas pagar.
?Kukuruyukkkkk, aku dapat terbang.? seru si ayam jantan
Ayam jantan itu rupanya diperhatikan oleh ayam betina yang kebetulan lewat disitu.

Ayam betina : ?Bagaimanakah engkau bisa terbang ??
Ayam jantan : ?Aku menjahit sayapku dengan jarum emas ini.?
Ayam betina : ?Boleh aku pinjam ??
Ayam jantan : ?Pakailah dan setelah itu lompatlah disisiku.?

Ayam betina cepat ? cepat menjahit sayapnya dan berkotek sombong.
Sama seperti si ayam jantan, belum selesai si ayam betina menjahit sayapnya diapun segera melompat ke arah si ayam jantan.

Ayam jantan : ?Dimana jarum emas itu ??
Ayam betina : ?Tadi aku letakkan ditanah.?
Ayam jantan : ?Aku khawatir jarum itu hilang.?
Jarum itu kepunyaan sahabatku, si elang. Kita mesti mencari sampai dapat.?
lalu si ayam jantan yang di bantu ayam betinapun segera mencakar tanah dengan maksud untuk menemukan jarum emas.
Dan ayam jantan merasa kecewa dan bersedih hati karena merasa bersalah meminjamkan jarum emas itu.


Elang : ?Wah pagi ? pagi sudah mencakar ? cakar tanah.? Bagaiman sekarang, engkau sudah dapat terbang ?
Ayam jantan : ?Aku hanya dapat melompat setinggi pagar dan aku minta maaf padamu.?
Elang : ?Kenapa engkau mesti minta maaf wahai sahabatku??
Ayam jantan : ?Jarum emasmu telah hilang.?
Elang : ?Engkau tidak menurut kata saya. Engkau telah ingkar janji.? Aku tidak mau bersahabat denganmu lagi.?
Elang : "Jika engkau tidak mengembalikan jarum emasku segera maka, setiap keturunanku akan memakan keturunanmu"
Sumpah si elang dengan penuh emosi.
Ayam betina : ( Ia pun bertelur dan menetas enam ekor anak ).
Ayam jantan : ?Kau harus menjaga anak ? anakmu agar jangan dibiarkan berjalan sendiri ? sendiri.?
Ayam betina : ?Hai ayam jantan, aku melihat elang terbang rendah.?
Ayam jantan : ?Mungkin ia akan menyambar anakmu karena kau telah menghilangkan jarum emas miliknya.?

Elang pun menyambar seekor anak ayam

Ayam betina : ?Jangan ambil anakku.?
Ayam jantan : ?Sebaiknya kita mencari jarum emas itu.?
Ayam betina : ?Baiklah.?
Elang : ?Apakah kalian sudah menemukan jarum emas itu ??
Ayam jantan : ?Belum, tapi kami berharap kau tidak akan menyambar anak ayam milik betina lagi.?
Elang : ?Tidaaaaak! sebelum kalian mengembalikan jarum emasku, maka aku dan keturunanku akan memakan setiap keturunanmu? (kata elang marah)

Akhirnya mulai saat itu ayam dan elang bermusuhan akibat jarum emas milik si elang dihilangkan oleh ayam.

Dan ayampun selalu mencakar-cakar tanah dengan harapan dapat menemukan jarum emas milik si elang yang telah di hilangkan.


Diceritakan ulang dari buku pandai berbahasa indonesia



Baca Selengkapnya - Asal mula permusuhan ayam dan elang....
Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

Sabtu, 25 April 2009

Legenda Suara merdu jangkrik

0 komentar
Dahulu kala di dalam hutan belantara hiduplah seekor ular yang mempunyai suara yang sangat merdu.
Setiap sang ular bernyanyi maka akan berkumpul semua binatang penghuni hutan untuk mendengarkan suara merdu sang ular. Akan tetapi sang ular tidak mempunyai mata untuk melihat.

Sang ular hanya mampu bernyanyi sepanjang hari berharap suatu hari ia dapat melihat ke indahan dunia.
Rupanya suara merdu sang ular mempunyai kesan tersendiri kepada si cacing.

Setiap kali si cacing melihat ular bernyanyi maka timbul perasaan kagum dan takjub kepada sang ular.
Suatu ketika berkunjunglah sang jangkrik ke rumah ular temannya.
Setelah bercerita agak lama, tiba-tiba sang ular pun mengutarakan isi hatinya kepada temannya si jangkrik.

Ular: wahai sahabatku jangkrik, sesungguhnya hatiku sangatlah bersedih
jangkrik: hal apakah yang membuatmu sedih wahai sahabatku ular?
Ular: sungguh tiada arti suara merduku ini jika saya tetap tidak bisa melihat

si jangkrik pun merasa prihatin atas kesedihan temannya ular.

Ular: jika saja ada yang mau memberikan matanya kepadaku, maka aku akan memberikan suara merduku ini kepadanya.
Jangkrik: bersabarlah wahai sahabatku, aku akan membantu mengatasi kesulitanmu

setelah selesai bercengkrama akhirnya sang jangkrik pun berpamitan pergi untuk mengunjungi temannya si cacing.

Sekian lama si cacing tidak pernah bertemu dengan temannya si jangkrik, tentu saja kedatangan si jangkrik di sambut dengan sangat haru oleh si cacing.

Setelah bercengkrama kesana kemari. Akhirnya sang cacing pun mengutarakan isi hatinya kepada sahabatnya sang jangkrik yang selama ini dia pendam.

Cacing: sahabatku jangkrik, setiap saya melihat sang ular bernyanyi saya sangat ingin memiliki suara yang merdu seperti sang ular.

Keluhan si cacing pun di sambut baik oleh si jangkrik.

Jangkrik: baiklah sahabatku, aku dapat membantu mu memiliki suara yang merdu seperti suara sang ular.

Cacing: benarkah sahabatku? Lalu bagaimana caranya?

Jangkrik: sesungguhnya ular juga sahabatku dan diapun juga ingin memiliki mata.

Si jangkrik pun menjelaskan panjang lebar niat dan ke inginan sang ular kepada cacing.

Jangkrik: apakah engkau bersedia menukarkan matamu dengan suara merdu sang ular?

Tanya jangkrik kepada temannya si cacing. Tanpa pikir panjang pun si cacing segera menyetujui usulan dari jangkrik.

Lalu sang cacing pun segera memberikan matanya kepada jangkrik dengan harapan untuk di tukarkan dengan suara merdu sang ular.

Sang jangkrik pun segera pamit kepada cacing untuk pergi ke rumah temannya sang ular.

Dengan membawa mata dari cacing maka sang jangkrik segera menuju kerumah ular.
Lalu sang jangkrik segera menyerakan mata sang cacing kepada sahabatnya ular.
Setelah mendapatkan mata dari cacing akhirnya sang ular pun bisa melihat seluruh isi alam.

Ular: sungguh indah betul alam semesta ini. Terima kasih wahai sahabatku jangkrik, engkau telah membantu mewujudkan ke inginanku.

Setelah mengucapkan terima kasih, sang ular pun menyerahkan suaranya kepada jangkrik untuk di berikan kepada sang cacing yang telah memberikan mata kepada nya.

Di luar dugaan, ternyata sang jangkrik mempunyai niat jahat.
Dia tidak mau menyerahkan suara merdu dari sang ular kepada cacing.
Sang jangkrik pun segera pergi jauh dengan membawa suara yang merdu dari sang ular.
Sampai sekarang sang jangkrik tetap memiliki suara yang merdu

Tinggallah sang cacing yang telah menjadi buta karena memberikan matanya kepada ular.

Sang cacing pun telah putus asa menanti sang jangkrik yang membawa suara merdu tak kunjung datang.

Akhirnya sang cacing memutuskan untuk tinggal dalam tanah selamanya.

Sumber: http://fforce.us/infusions/articles/readarticle.php?article_id=113

Pesan moral: jangan terlalu gampang percaya kepada siapapun, pikir-pikirlah sebelum bertindak




Baca Selengkapnya - Legenda Suara merdu jangkrik....
Bookmark this post:
StumpleUpon Ma.gnolia DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google

 

Copyright 2008 by edylaw blog | themes by One 4 All